Sudut Pandang dan Prasangka Baik
Kamis, 21 September 2017
Kamis, 14 September 2017
Dalam ilmu kedokteran, masa remaja berakhir pada usia 20
tahun dan setelah itu seseorang dikatakan dewasa. Dewasa menurut KBBI adalah
sampai umur atau akil balig.
Yang aku tau, dewasa bisa dalam banyak aspek. Salah tiganya
adalah usia, sikap, dan kemandirian. Secara usia, dewasa dapat diklaim saat
seseorang sudah berumur lebih dari 20 tahun. Berdasarkan sikap, dewasa diklaim dengan
melihat tingkah laku dan kematangan psikologis. Lalu dewasa berarti mandiri. Ini
yang aku tau dan menurut aku.
Terus fa?
Ya jadi kali ini aku mau ngomongin tentang dewasa, tentang aku
yang sudah melewati tahun ke-20 :”
Ada yang beda dari ucapan ulang tahun mamak buat aku satu
tahun yang lalu. Bedanya adalah pada tanggal 8 Juni 2016 kemarin mamak ngucapin
selamat ulang tahun pake embel embel “semoga anak mamak sudah bisa dewasa”… aku
cuma bisa ber-hehe karena gak tau harus nanggepin gimana.
Setelah itu aku masih melanjutkan hidup seperti biasa sampe
akhir 2016. Lalu saat ketika awal tahun 2017 aku mulai sadar kalau ternyata aku
sudah tua :o ya semacam gak nyangka dan gak sadar aja udah kepala dua. Dan aku
mulai berfikir . . . . . . . . berfikir
. . . . . . . . berfikir. . . . dan tersadar..
aku beneran udah tua…. Panic! Panic!
Sadar kalo udah jadi mahasiswa semester menuju akhir, udah
punya banyak adek kelas, adek-adek di rumah udah besar besar, teman-teman SMA udah mulai wisuda, nikah, bahkan hamil… hamil
anak ke-2 .. what! Beberapa juga udah kerja dan punya penghasilan sendiri. Huffttt..
Setelah ulang tahun ke-20 juga mamak mulai sering cerita
tentang masalah-masalah yang dulu gak pernah diceritain ke aku. Masalah-masalah
orang dewasa, eakkk..Mmm jadi sepertinya aku memang sudah harus move on dari
anggapan bahwa aku masih kecil dan punya banyak waktu untuk main-main.
Setelah sadar bahwa aku sudah hidup di dunia selama 20
tahun, dan of course itu udah cukup lama, aku yang ternyata selama ini cuek
cuek bebek angsa berusaha lebih memperhatikan sekitar dan menyadarkan diri.
Setelah berusaha mengamati, aku mulai merasa ketinggalan. Ibaratnya kayak
pelari maraton yang larinya terlalu santai sambil ngeliatin bunga-bunga di
pinggir jalan tanpa menambah kecepatan. Kenapa? Karena ternyata ada banyak
orang seusia aku, lebih tua 1 atau 2
tahun atau bahkan lebih muda yang sudah mandiri dan bisa lepas dari tanggungan
orang tua. Di situ aku . . . . iri T.T
Semacam bertanya sama diri sendiri “selama ini ngapain aja
sih fa?”.
Trus ada episode aku menyalahkan diri sendiri dan menyesal. Lama
lama jadi kurang bersyukur akibat ngebandingin diri sama orang lain. Terus
mulai lagi kepikiran ikut-ikutan pada hal yang bukan passion aku yang aku tau pada
akhirnya hanya akan membebani diri sendiri karena berusaha menjadi orang lain. Hingga
di suatu hari yang sendu dan malam syahdu berbintang dengan suara jangkrik, aku
menemukan sebuah tulisan di tumblr dengan judul “am I left behind?” yang isinya pas banget sama yang aku rasain.
Tulisannya cukup singkat namun berhasil kembali mengingatkan apa itu hakikat
hidup. Bahwa hidup bukan arena balapan dan it means gak ada istilah
ketinggalan.
Aku merasa ketinggalan disini karena aspek dewasa yang aku
ambil adalah mandiri atau lepas dari ortu. Kenapa aku lebih concern ke mandiri?
Karena aku anak pertama dan punya banyak adek. Aku berharap bisa cepat lepas
dari tanggungan ortu dan meringankan mereka. Walaupun aku yakin yang dimaksud
mamak bukan ini. Meskipun aku gak pernah nanya, tapi aku yakin yang dimaksud
mamak adalah dewasa dalam berfikir dan bersikap. Sotoy sih, tapi aku yakin
bener kok hahaha..
Nah untuk usia memang setiap anak akan menjadi remaja lalu
dewasa dst. Namun untuk pola pikir, sikap, dan kemandirian belum tentu. Itu loh
yang bedanya pertumbuhan sama perkembangan. Pola pikir, sikap, dan kemandirian
itu kita sendiri yang menentukan apakah kita ingin berkembang atau statis. Kita
yang mengambil pelajaran dan meng-implementasi-kan. Kita yang berusaha dan
bekerja mencari uang.
Pola pikir dan sikap dapat kita rapikan dengan banyak
membaca, mendengar, memperhatikan sekitar, mencoba, mengambil pelajaran,
memperbaiki dsb.
Berusaha dan bekerja mencari uang juga kita yang rencanakan,
kita mau menjadi siapa? Melewati jalan apa? Berapa lama? dst. Jika sudah
terencana, jangan terusik dengan rumput tetangga yang hijau dan tumbuh dengan
cepat, karna kita sedang mengembangkan bibit rumput yang akan lebih hijau meski
memerlukan waktu yang lebih lama. Atau untuk apa iri dengan rumput tetangga
karena toh kita ingin menanam bunga.
Fokus dan jalan terus !
Intinya adalah pada usia ini aku kamu pasti mulai aware bahwa kita harus
terus berkembang dan gak selamanya akan selalu di bawah tanggungan orang tua. Ini
siklus, jadi pada saatnya kita yang akan menjadi seperti mereka. Mungkin dulunya
masih sering main-main tapi sekarang harus lebih banyak petimbangan untuk
apapun yang dilakukan. Harus mulai merencanakan berbagai hal untuk tahap
selanjutnya. Mungkin memang masih labil dan semangat yang naik turun. Tapi tak
apa, namanya juga manusia, namanya juga proses.
Semangat !
Langganan:
Postingan (Atom)